Mitra Bentala Dukung Pemkot Bandar Lampung Buat Lima Juta Lubang Biopori

Website Resmi Mitra Bentala

Saibumi.com, Bandar Lampung – Mitra Bentala dan Mercy Corps Indonesia mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung untuk membuat lima juta lubang biopori di Bandar Lampung.

“Kami bersama Pemerintah (Kota) Bandar Lampung untuk menitikberatkan kepada masyarakat kalau air itu penting bagi kehidupan. Jadi setelah dipakai sebaiknya langsung bisa masuk tanah jangan sampai mengalir atau tergenang. Dan kami mendukung pembuatan lima juta lubang biopori,” ungkap Direktur Eksekutif Mitra Bentala Mashabi saat konfrensi pers bersama perwakilan Mercy Corps Indonesia, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, Mitra Bentala dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Konfrensi pers tersebut dilakukan seusai pembukaan Festival Lingkungan dan Diseminasi Program Konservasi Air Bawah Tanah dengan tema “ Biopori untuk Adaptasi Perubahan Iklim” di Ruang Emerald Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa, 22 April 2014.

Ia melanjutkan semua pihak di Lampung terutama di Bandar Lampung harus menyadari pentingnya air bagi lingkungan hidup. “Komitmen dari semua pihak dibutuhkan agar lingkungan hidup di Lampung baik. Untuk biopori sendiri bisa dibuat dalam kondisi kemarau atau hujan tapi jangan sampai ketika digali terdapat air. Ukurannya diperkirakan 50 cm hingga 100 cm dan jika saat digali mengeluarkan air langsung dihentikan,” ujar Mashabi. Hal senada juga disampaikan perwakilan Mercy Corps Indonesia Paul Jeffery.

Sementera itu Kasubid Media Kliring Kerentanan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Astutie Widyarissantie mengatakan, air harus selalu dijaga jangan sampai ketersediaannya berkurang.”Konservasi air diperlukan dengan membuat lubang biopori. Hal ini untuk mempertahankan ketersediaan air di Indonesia,” tuturnya.

Ia melanjutkan bila resapan airnya tidak ada akan sangat rentan sekali untuk terjadi bencana alam.”Tanah longsor dan banjir bisa terjadi jika tidak dimilikinya resapan air. Selain itu juga cadangan air akan habis saat musim kemarau tiba kalau tidak dibuat biopori,” tukasnya. (*) Laporan wartawan Saibumi.com Aji Saktiyanto